Search engine

Tampilkan postingan dengan label propoganda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label propoganda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Oktober 2010

SUMPAH PEMUDA : Mahasiswa sebagai Motor Penggerak Perubahan Bangsa








Catatan sejarah pergerakan Mahasiswa :
Sumpah Pemuda
Sumpah pemuda di Ikrarkan Oleh peserta kongres yang berjumlah 71 Orang. Beberapa diantaranya adalah Sugondo Djojopuspito, Johanna Masdani Tumbuan, Poernomowoelan, Sarmidi Mangoensarkoro, Moehammad Yamin, dan Sunario pada Kongres Pemuda kedua pada hari sabtu-minggu, 27-28 Oktober 1928

Hasil :
Sumpah Pemuda (sesuai Ejaan Yang Disempurnakan)

Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.


ANGKATAN 66
Pada tahun 1966, suhu politik Negara Kesatuan Republik Indonesia sangat panas dengan isu komunis dan penggulingan Presiden Soekarno. ketika itu muncul organisasi-organisasi mahasiswa di seluruh Indonesia. diantaranya :
  1. Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia (PPMI) berdiri tahun 1947
  2. Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), perpanjangan tangan dari Partai Khatolik
  3. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), perpanjangan tangan dari PNI
  4. Concentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia (CGMI), perpanjangan tangan dari PKI
  5. Gerakan Mahasiswa Sosialis Indonesia (Gemsos), perpanjangan tangan dari PSI
  6. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) perpanjangan tangan Partai NU
  7. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) perpanjangan tangan dari  Masyumi
Mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI) tanggal 25 Oktober 1966 yang merupakan hasil kesepakatan sejumlah organisasi yang berhasil dipertemukan oleh Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pendidikan (PTIP) Mayjen dr. Syarief Thayeb, yakni PMKRI, HMI,PMII,Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Sekretariat Bersama Organisasi-organisasi Lokal (SOMAL), Mahasiswa Pancasila (Mapancas), dan Ikatan Pers Mahasiswa (IPMI). Tujuan pendiriannya, terutama agar para aktivis mahasiswa dalam melancarkan perlawanan terhadap PKI menjadi lebih terkoordinasi dan memiliki kepemimpinan.
Munculnya KAMI diikuti berbagai aksi lainnya, seperti Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia (KAPI), Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI), Kesatuan Aksi Sarjana Indonesia (KASI), dan lain-lain.
Hasilnya adalah Lengsernya Pemerintahan Presiden Soekarno, dan Oleh TNI di mantapkan dengan pembubaran PKI dan ormasnya.
Angkatan 66 ini melahirkan tokoh yang sampai sekarang menjadi panutan generasi muda (aktivis mahasiswa). Dia tetap kukuh pada idealisme, humanisme, dan moralisme yang selalu dijunjung tinggi. walaupun rekan-rekannya sesama aktivis sibuk berbagi kursi DPR sebagai hadiah dari  Orde Baru untuk kepada Aktivis mahasiswa yang menumbangkan rezim Soekarno. Dia adalah  Soe Hok Gie,



PERISTIWA MALARI
Peristiwa ini dimotori oleh Arif BudimanAdnan Buyung NasutionAsmara Nababan. Sebelum gerakan mahasiswa 1974 meledak, bahkan sebelum menginjak awal 1970-an, sebenarnya para mahasiswa telah melancarkan berbagai kritik dan koreksi terhadap praktek kekuasaan rezim Orde Baru, seperti:
  1. Golput yang menentang pelaksanaan pemilu pertama di masa Orde Baru pada 1972 karena Golkar dinilai curang.
  2. Gerakan menentang pembangunan Taman Mini Indonesia Indah pada 1972 yang menggusur banyak rakyat kecil yang tinggal di lokasi tersebut.
Protes terus berlanjut. Tahun 1972, dengan isu harga beras naik, berikutnya tahun 1973 selalu diwarnai dengan isu korupsi sampai dengan meletusnya demonstrasi memprotes PM Jepang Kakuei Tanaka yang datang ke Indonesia dan peristiwa Malari pada 15 Januari 1974. Gerakan mahasiswa di Jakarta meneriakan isu "ganyang korupsi" sebagai salah satu tuntutan "Tritura Baru" disamping dua tuntutan lainnya Bubarkan Asisten Pribadi dan Turunkan Harga. Protes terhadap kedatangan perdana menteri jepang ini pada hakikatnya adalah memptrotes penanaman modal asing di Indonesia yang menghasilkan banyak Korupsi. Sejak saat itu, hingga sekarang, Produk Asing membanjiri pasar Indonesia sehingga produksi dalam negeri tidak berkembang.
Hasil dari gerakan ini adalah dihapuskannya Jabatan Asisten Pribadi Presiden

GERAKAN 1978
Setelah peristiwa Malari, hingga tahun 1975 dan 1976, berita tentang aksi protes mahasiswa nyaris sepi. Mahasiswa disibukkan dengan berbagai kegiatan kampus disamping kuliah sebagain kegiatan rutin, dihiasi dengan aktivitas kerja sosial, Kuliah Kerja Nyata (KKN), Dies Natalis, acara penerimaan mahasiswa baru, dan wisuda sarjana. Meskipun disana-sini aksi protes kecil tetap ada.
Awalnya, pemerintah berusaha untuk melakukan pendekatan terhadap mahasiswa, maka pada tanggal 24 Juli 1977 dibentuklah Tim Dialog Pemerintah yang akan berkampanye di berbagai perguruan tinggi. Namun demikian, upaya tim ini ditolak oleh mahasiswa. Pada periode ini terjadinya pendudukan militer atas kampus-kampus karena mahasiswa dianggap telah melakukan pembangkangan politik, penyebab lain adalah karena gerakan mahasiswa 1978 lebih banyak berkonsentrasi dalam melakukan aksi diwilayah kampus. Karena gerakan mahasiswa tidak terpancing keluar kampus untuk menghindari peristiwa tahun 1974, maka akhirnya mereka diserbu militer dengan cara yang brutal. Hal ini kemudian diikuti oleh dihapuskannya Dewan Mahasiswa dan diterapkannya kebijakan NKK/BKK di seluruh Indonesia.
Soeharto terpilih untuk ketiga kalinya dan tuntutan mahasiswa pun tidak membuahkan hasil. Meski demikian, perjuangan gerakan mahasiswa 1978 telah meletakkan sebuah dasar sejarah, yakni tumbuhnya keberanian mahasiswa untuk menyatakan sikap terbuka untuk menggugat bahkan menolak kepemimpinan nasional.


Era NKK/BKK
Setelah gerakan mahasiswa 1978, praktis tidak ada gerakan besar yang dilakukan mahasiswa selama beberapa tahun akibat diberlakukannya konsep Normalisasi Kehidupan Kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK) oleh pemerintah secara paksa.
Sebagai alternatif terhadap suasana birokratis dan apolitis wadah intra kampus, di awal-awal tahun 80-an muncul kelompok-kelompok studi yang dianggap mungkin tidak tersentuh kekuasaan refresif penguasa. Dalam perkembangannya eksistensi kelompok ini mulai digeser oleh kehadiran wadah-wadah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang tumbuh subur pula sebagai alternatif gerakan mahasiswa. Jalur perjuangan lain ditempuh oleh para aktivis mahasiswa dengan memakai kendaraan lain untuk menghindari sikap represif pemerintah, yaitu dengan meleburkan diri dan aktif di Organisasi kemahasiswaan ekstra kampus seperti HMI (himpunan mahasiswa islam), PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia), GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), PMKRI (Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia),GMKI (Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia) atau yang lebih dikenal dengan kelompok Cipayung. Mereka juga membentuk kelompok-kelompok diskusi dan pers mahasiswa.

1990
Memasuki awal tahun 1990-an, di bawah Mendikbud Fuad Hasan kebijakan NKK/BKK dicabut dan sebagai gantinya keluar Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan (PUOK). Melalui PUOK ini ditetapkan bahwa organisasi kemahasiswaan intra kampus yang diakui adalah Senat Mahasiswa Perguruan Tinggi (SMPT), yang didalamnya terdiri dari Senat Mahasiswa Fakultas (SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)


Gerakan yang menuntut kebebasan berpendapat dalam bentuk kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik di dalam kampus pada 1987 - 1990 sehingga akhirnya demonstrasi bisa dilakukan mahasiswa di dalam kampus perguruan tinggi. Saat itu demonstrasi di luar kampus termasuk menyampaikan aspirasi dengan longmarch ke DPR/DPRD tetap terlarang.


1998
Gerakan 1998 menuntut reformasi dan dihapuskannya "KKN" (korupsi, kolusi dan nepotisme) pada 1997-1998, lewat pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa, akhirnya memaksa Presiden Soeharto melepaskan jabatannya. Berbagai tindakan represif yang menewaskan aktivis mahasiswa dilakukan pemerintah untuk meredam gerakan ini di antaranya: Peristiwa CimanggisPeristiwa Gejayan,Tragedi TrisaktiTragedi Semanggi I dan II , Tragedi Lampung. Gerakan ini terus berlanjut hingga pemilu 1999.

Untuk lebih jelasnya silahkan lihat di (klik link dibawah ini ) 
Sumber utama tulisan : Sejarah Gerakan Mahasiswa Indonesia

Himbauan DPM setelah anda semua membaca tulisan diatas:
Diatas ini adalah gerakan-gerakan yang spektakuler mampu membuahkan hasil yang signifikan. Meskipun begitu, hingga sekarang masih banyak jamur-jamur pergerakan yang terus tumbuh dan berkembang. Sampai sekarang, apa yang diinginkan oleh "Reformasi" masih jauh dari "tercapai". Bahkan dewasa ini, pemerintah/birokrat kita mulai kembali menunjukkan bentuknya yang korup, solid, dan mementingkan kepentingan pribadi/kelompok. 
Ingat...!!! Semua gerakan diatas dimotori oleh kaum Muda. Umur mereka 20-30 tahun ketika melakukan gerakan-gerakan tersebut. Kamu......Apa yang telah kamu lakukan dengan usiamu yang sekarang? 
Soekarno pernah berkata : "1000 Orangtua hanya bisa bermimpi, maka berikan aku 10 orang pemuda untuk mengubah dunia"
Pola yang sekarang terjadi hampir sama dengan apa yang terjadi setelah munculnya Peritiwa Malari 1974. dimana Mahasiswa sekarang sibuk dengan kegiatan akademik, seminar, UKM, praktikum, pelepasan wisudawan-wisudawati, Dies Natalis, OSPEK, MAKRAB dan sejenisnya, Kerja praktek, KKN. Sementara permasalahan bangsa ini tidak mampu terjawab.
Perjuangan untuk rakyat tertindas lebih banyak disuarakan oleh LSM (lembaga Swadaya Masyarakat). Ada LSM yang benar-benar berjuang, Ada yang berjuang untuk mendapatkan uang, popularitas, dan materi. dan untuk semua ini, KORBAN-nya adalah RAKYAT kecil.
Kita tidak dapat berharap perbaikan akan dilakukan oleh Partai politik. karena kita tahu dari pengalaman yang lalu-lalu bahwa Partai hanya mementingkan kursi di pemerintahan atau DPR/MPR. Tetapi kita juga tidak boleh pasrah pada takdir Tuhan, karena Tuhan sendiri pernah berkata bahwa DIA tidak akan mengubah nasib suatu kaum, melainkan mereka mengubah nasibnya sendiri.
Moment Sumpah Pemuda cukup kita jadikan pelajaran saja untuk menatap masa depan. tidak perlu berlarut-larut meratapi masa lalu. Generasi muda sekarang, terutama kalangan Mahasiswa harus segera bangun dari mimpi. dan berhenti bermain-main yang tidak perlu. Bangsa ini membutuhkan dirimu. Tinggalkan Hedonisme dan Individualis yang berlebihan. tanpa sadar, slama ini kita telah dimanjakan oleh teknologi dan dinina-bobokan oleh kata-kata buaian dari Pemerintah. 
Ayoooo kawan-kawan...segera bangun dari tidur panjangmu.....
Mari tunjukkan bahwa Generasi muda benar-benar adalah Agen perubahan...!!!
Mari berjuang dengan segala cara yang bisa kita lakukan untuk bangsa dan rakyat Indonesia...!!!
Singsingkan lengan baju, kepalkan tinjumu untuk melawan segala ketidakbenaran yang telah kita alamai dengan sadar, ataupu tanpa sadar...!!!

Hidup Mahasiswa...!!!
Hidup Mahasiswa...!!!
Hidup Rakyat Indonesia...!!!

Komisi Pers dan Propoganda DPM KM UPN "Veteran" Yogyakarta

Rabu, 20 Oktober 2010

ABSENSI LAGI DAN LAGI......


ABSENSI 85% DAN SETUMPUK MASALAH YANG MENYERTAINYA

Kampus kita membuat suatu keputusan yang sangat bagus untuk meningkatkan popularitas semu (bagi mereka “birokrasi kampus lain, mahasiswa, ilmuan, dosen, atau lainnya” yang tidak mengetahui carut-marut dunia akademik di kampusku) di dunia pendidikan tinggi kota Yogyakarta khususnya, dan Indonesia umumnya. Apa itu? Yaitu kenaikan Absensi dari 75% menjadi 85%. Silahkan simak baik-baik.

Saya ingin mengajak anda berputar-putar dahulu. Kita tidak akan langsung sampai pada inti masalah  yang ingin saya kemukakan. Untuk mengerti secara lebih mendalam dengan situasi di kampusku, anda perlu setidaknya mengikuti kuliah dan dunia organisasi minimal selama 6 bulan, atau sekurang-kurangnya 3 bulan (dengan syarat anda harus super-aktif). Mengapa harus demikian?? Jawabannya adalah karena masalah utama di kampusku ini jarang sekali muncul dipermukaan (masalah terselubung) tetapi merupakan masalah classic yang terus dipertahankan hingga sekarang (Hebatkan kampusku. Jika kampus lain berusaha menyelesaikan masalah, maka kampusku adalah kebalikannya : mempertahankan suatu masalah). Oke, jika anda masih bingung, 2 poin merah diatas akan lebih saya perincikan lagi. Pertama, mengapa harus mengikuti kuliah? Pertanyaan sederhana yang akan dijawab dengan sederhana pula. Ketika kuliah, anda akan mengetahui bahwa permasalahan terbesar sebenarnya ada disini. Dari sini anda akan mengetahui masalah satu persatu seperti :
  1. Jadwal kuliah yang suka berganti sesuai mood-nya dosen
  2. dosen yang bercerita ngalor-ngidul,
  3. dosen proyek (istilah untuk dosen yang lebih mementingkan cari duit banyak lewat proyek ketimbang mengajar di kampus),
  4. dosen yang tidak disiplin,
  5. pengisian KRS yang carut-marut,
  6. nilai yang lambat keluar,
  7. nilai yang “entah mengapa, bisa berubah sendiri”,
  8. CBIS yang kacau, dll
Delapan poin ini adalah sampel acak yang terlintas di benak saya (karena saya paling akrab dengan masalah ini). Bagaimana menurut anda? Apakah delapan masalah ini cukup banyak, atau masih kurang? Nanti akan saya jelaskan satu persatu secara singkat. 

Tetapi sebelum sampai kesitu, kita akan menjawab dulu pertanyaan : mengapa anda harus memasuki dunia organisasi di kampusku ini?

Organisasai di kampusku dikenal dengan sebutan Organisasi Kemahasiswaan atau disingkat “OK”. Apapun bentuknya dan tujuannya (apakah itu HMJ, HIMA, BEM, SENAT, DPM, UKM, Kelompok Studi, Komunitas, dsb) maka selama isinya itu mahasiswa, dan bernaung di dalam kampus, maka dia termasuk ke dalam kategori yang disebut “OK” tadi. OK di kampusku ini bertujuan untuk mengembangkan soft skill yang secara garis besar mengarah pada:
  1. Pengembangan pola pikir dan penalaran
  2. Pengembangan Minat dan bakat
  3. Pengembangan keilmuan
Ketiga cabang ini (saya sebut cabang, karena pilihan anda akan menentukan keahlian anda “cara berpikir anda : mindset”) mengerucutkan pilihan anda nantinya. Cabang pertama mengantarkan anda pada OK seperti HMJ, BEM, SENAT, dan DPM. Cabang kedua mengantarkan anda pada OK seperti UKM, dan Komunitas. Cabang ketiga mengantarkan anda pada OK seperti Kelompok studi. Dan lulusan (buah yang dihasilkan) dari masing-masing cabang ini akan berbeda (dalam pola pikir dan tindakannya).

Lalu apa yang anda peroleh dengan memasuki dunia Organisasi? Tentu saja banyak. Terutama dalam hal informasi. Dan sesuai  dengan maksud tulisan ini, maka anda akan tahu :
  1. Bahwa pelayanan di kampus ini lumayan jelek (saya segan untuk mengatakan “sangat jelek”, padahal mungkin orang yang kuliah di “depan kampusku” jika dihadapkan pada pelayanan di kampusku, dia akan terus terang mengatakannya). Namun, semakin lama hal ini menjadi hal yang biasa.
  2. Bahwa birokrasi di kampusku ini lumayan kolot
  3. Bahwa pegawai dan staff kampus sering teledor dan lalai, lalu menutupi kesalahan dengan cara yang buruk.
  4. Bahwa di kampusku juga ada “aura persaingan politik yang sengit ” (nah, untuk poin ini anda harus benar-benar menelitinya, karena hal ini sangat tersembunyi dan disembunyikan : tidak kasat mata)
  5. Bahwa peraturan di kampusku, terutama yang berkaitan dengan mahasiswa dibuat tanpa melibatkan dialog dengan mahasiswa. (memangnya kampus punya mbah-mu, kalo mau enak kuliah suruh bapakmu buat kampus sendiri…!!! : gawat juga seandainya ada mahasiswa yang mendapat semprotan dan/atau 'perkataan pedas' model ini)
  6. Bahwa keuangan organisasi tidak tersampaikan dengan baik
  7. Bahwa ada juga birokrasi “yang statusnya sebagai pembimbing, tetapi malah melakukan plagiasi, menduplikat, mengambil, ide dan perencanaan sebagian mahasiswa untuk dirinya sendiri/kelompoknya/institusinya. (suatu yang patut dibanggakan, dimana Kampusku ini selain memiliki staff dan pegawai yang mengurusi pelayanan, sarana, prasarana dan akademik, juga ada yang mengurus Badan usaha-Badan usaha milik kampus)
  8. Bahwa arahan pendidikan di kampus ini bukanlah untuk menciptakan generasi muda siap menjawab tantangan bangsa, tetapi adalah generasi yang taat aturan, manut-manut wae, apatis, dan tidak peduli pada sekelilingnya. Bukan untuk menciptakan calon pemimpin yang mampu menjawab tantangan masa depan, tetapi adalah calon pengikut dan pekerja yang siap mengisi kekosongan di pabrik-pabrik dan perusahaan. Kalangan menengah ke atas yang diam saja melihat rakyat Indonesia kelaparan.
  9. Bahwa semboyan kebanggaan kita : DISIPLIN, KREATIFITAS DAN KEJUANGAN. Seringkali hanyalah sebagai JARGON, formalitas, dan kata-kata pelipur lara (baik di kalangan mahasiswa maupun birokrasi). (Namun, ada juga yang menanamkannya kuat-kuat dalam hati dan tindakan. Semoga individu yang menjalankan ini dengan sungguh-sungguh, diberi berkah oleh Tuhan)
  10. Bahwa hak yang diperoleh mahasiswa tidak sebanding dengan kewajiban yang telah dilaksanakan. Dll
Cukup sepuluh poin saja ya..! Karena jika ditulis semua sampai yang kecil-kecil, maka akan sangat panjang. Belum lagi ditambah dengan penjelasannya. Dari sepuluh poin diatas, ada yang dapat dilihat dengan jelas, dan ada pula yang terselubung. Nah, dengan memasuki dunia organisasi, anda dapat mengetahui secara lebih rinci. Syukur-syukur jika beruntung, anda dapat mengetahuinya lebih valid dan akurat. 

Peringatan dari saya : mengetahui terlalu banyak informasi tentang kampus ini dapat membuat anda stress dan dongkol setengah mati…jadi jika anda berminat, maka kuatkanlah hati anda…!!!

Bersambung....................................................








Jumat, 01 Oktober 2010

PERSENTASE ABSEN NAIK, APAKAH KUALITAS UPN IKUT NAIK???

Isu yang sekarang hangat beredar di tingkatan mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta sekarang salah adalah protes mengenai kenaikan persentase absen dari semula 75% menjadi 85%. Kawan-kawan yang duduk di organisasi kemahasiswaan sedang mengkaji masalah ini karena kenaikan tersebut akan berdampak pada organisasi mahasiswa secara keseluruhan di UPN "Veteran" Yogyakarta.
Dengan naiknya persentase absen itu, berdasarkan perhitungan, mahasiswa hanya bisa tidak masuk kuliah (tanpa keteranngan) sebanyak 2 kali pertemuan dari 14 pertemuan seluruhnya. Jika melebihi batas itu, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak akan diperbolehkan mengikuti ujian (dan artinya akan mendapat nilai "E" plus kerugian materi dan waktu).
Sebenarnya kenaikan absensi bukanlah hal yang tidak baik. hal ini disadari oleh kawan-kawan di organisasi kemahasiswaan. namun yang disayangkan kawan-kawan OK adalah bahwa kenaikan persentase absen itu tidak di-barengi dengan peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana di UPN. Selain itu juga, keputusan ini memberatkan mahasiswa untuk berorganisasi (ini sudah pasti). Dengan semakin ketatnya aturan akademik di UPN "Veteran" Yogyakarta, berarti pengurangan waktu dalam berorganisasi. Mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta akan cenderung mengejar jadwal perkuliahan dan mengabaikan pengembangan diri di dunia non kuliah (organisasi. pen).

Tanpa peningkatan kualitas di sektor2 tersebut, sangat sulit membayangkan bahwa kenaikan Persentase absen itu akan berdampak pada kenaikan kualitas UPN. Karena kita tahu, kualitas sebuah universitas bukan hanya dinilai dari penuhnya absen-absen disetiap kelas. tetapi adalah karena mahasiswa mengerti apa yang dijelaskan dosen dan mampu menerapkan ilmu dari bangku kuliah itu di kehidupan sebenarnya.

Beberapa kawan di OK lainnya juga menyayangkan bahwa aturan baru ini tidak diimbangi dengan pengetatan aturan untuk kedisiplinan Dosen dan Pegawai UPN "Veteran" Yogyakarta lainnya.
"Absen kita naik, tapi ketika kita kuliah,masih banyak dosen yang tidak masuk karena alasan proyek...Dosen kok bisa seenaknya begitu tanpa di sanksi, kita yang rugi dong" demikian disampaikan seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Kita semua sebagai bagian dari civitas akademika UPN "Veteran" Yogyakarta tentu sangat menginginkan kemajuan bagi kampus tercinta ini. tetapi kemajuan itu diharapkan tidak menimbulkan kerugian bagi yang ada di dalamnya (ex : mahasiswa. pen).
Hal ini mengingatkan kita kepada kualitas pelayanan, pengajar (bukan dari kualitas keilmuannya, tetapi adalah etika-nya), sarana, dan prasarana yang belum maksimal. UPN "Vetaran" yogyakarta mengalami kemajuan yang lambat. Bukan saja dari segi mahasiswanya, tetapi juga dari segi-segi lainnya. Kita berharap ini cepat teratasi dan mendapat solusi yang baik.

Hidup Mahasiswa.....!!!
Hidup Mahasiswa.....!!!

Jumat, 03 September 2010

PIHAK PENGELOLA KAMPUS UPN TIDAK KONSISTEN DENGAN KEPUTUSAN

Masih segar diingatan kita. tanggal 4 Agustus 2010, Gedung Rektorat UPN "Veteran" Yogyakarta diduduki oleh Mahasiswa UPN. Waktu itu kita singsingkan lengan baju untuk bersama kawan-kawan lain memperjuangkan Pengunduran waktu OSPEK. Mahasiswa menduduki Rektorat secara efektif selama 20 jam (04082010 15.00 wib-05082010 11.00 wib).

Mengapa Mahasiswa menduduki rektorat? Sebagaimana diketahui bahwa pengambilan keputusan tentang OSPEK (konsep) waktu itu sama sekali tidak melibatkan peran serta mahasiswa. Pengelola kampus UPN menyodorkan konsep jadi, dan siap dilaksanakan. Mahasiswa mau setuju atau tidak, konsep akan terus berjalan. Itulah kata-kata pengelola waktu itu. Nah, dimanakan letak semboyan kita (UPN )"kreativitas" dalam kasus ini. Mahasiswa hanya menjadi pelaksana Teknis, tentu tidak ada proses kreatifitas berpikir merumuskan konsep. Sementara jauh ke depan, mahasiswa diharuskan untuk mampu menjawab tantangan zaman. Jika tidak dilatih berpikir, maka tujuan itu takkan terpenuhi kelak. Mahasiswa generasi ke depan akan menjadi robot-robot yang hanya bisa menjalankan perintah, tanpa bisa merumuskan, membuat, menggodok, atau berimprovisasi menyelesaikan masalah. Tekan "Enter" lalu laksanakan tugas, atau klik "OK" lalu perintah dijalankan. 




Lalu apa masalah utamanya?
Masih masalah klasik. yaitu tidak adanya demokratisari dalam pengambilan keputusan terkait mahasiswa di UPN. Mahasiswa menganggap pengelola kampus melakukan tindakan "otoriter", mau menang sendiri, dll.


TIGA PARAGRAF diatas hanya pengantar dari masalah sebenarnya yang ingin disampaikan dalam tulisan ini. pada waktu itu, dalam mempertahankan waktu OSPEK tanggal 31 September, pihak pengelola selalu mengatakan "Selamatkan SKEP Rektor". Kata-kata itu sering didengar dalam debat terkait masalah OSPEK. Bahkan selalu di ulang-ulang bagai lagu merdu ditelinga para peserta rapat. Kebetulan juga waktu itu SKEP terkait OSPEK telah dikeluarkan oleh Rektor. Dan memang dalam kalender akademik yang didistribusikan kepada mahasiswa UPN pada tahun ajaran baru 2010/2011 tanggal 31 september telah tercatat sebagai Waktu OSPEK.

OK...!!!
Setelah debat kusir selama berhari-hari, Akhirnya Mahasiswa dapat menerima bahwa waktu Ospek tetap pada tanggal sesuai SKEP dan kalender akademik 2010. Memang benar jika OSPEK diundur sampai tanggal 20 September maka banyak jadwal akademik  UPN yang lain akan ikut mundur, dengan pertimbangan logis itulah mahasiswa akhirnya mengalah. Walaupun sebenarnya UPN punya banyak waktu libur/kosong yang tidak dimanfaatkan secara efektif (yang dapat mengganti waktu yang dimundurkan itu). Dengan catatan bahwa konsep OSPEK harus diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa. Pihak pengelola memenuhi janjinya, walaupun tentunya Mahasiswa perlu perjuangan panjang sekali lagi untuk menuntut janji yang mereka beri tersebut.

Nah, Kenyataannya sekarang apa???
Inilah kenyataan yang terjadi.......!!! [silahkan baca surat edaran resmi ini]
DIMANA KONSISTENSI TERHADAP ATURAN?? DIMANA KATA-KATA "SELAMATKAN SKEP REKTOR"

SEMUANYA MUNGKIN DILAKUKAN OLEH PENGELOLA JIKA MEREKA MENGINGINKAN.
SEMENTARA MAHASISWA HARUS BERJUANG KERAS DAHULU AGAR ASPIRASINYA DIDENGAR...!!!

KAMPUS KITA MEMANG BENAR-BENAR KAMPUS KEJUANGAN...!!!

Selasa, 31 Agustus 2010

PRAKONDISI PKK 2010

Mahasiswa baru mencatat tugas sesuai arahan dari panitia
Minggu (29/08), Organizing Comitte (OC) Pengenalan Kehidupan Kampus (PKK 2010) telah melaksanakan Prakondisi di Kampus I UPN "Veteran" Yogyakarta. Kegiatan ini adalah untuk mengkondisikan mahasiswa baru angkatan 2010 dalam melaksanakan rangkaian acara PKK 2010. Prakondisi terkonsentrasi di Auditorium UPN "Veteran" Yogyakarta.

Mahasiswa baru datang pada pukul 06.30 WIB dan mengikuti kegiatan hingga selesai. Adapun inti materi dari Prakondisi PKK 2010 ini adalah pembagian kelompok (skuadron), mengenalkan dan menyanyikan Mars UPN, Lagu darah Juang, serta beberapa himne lainnya. Selain itu mahasiswa baru juga dikenalkan dan diajak untuk mengumandangkan Sumpah Mahasiswa Indonesia.

Selain mendapatkan materi Inti tersebut mahasiswa baru juga berkesempatan untuk bersosialisasi dengan kawan-kawan baru dari berbagai Jurusan/prodi di Lingkungan UPN "Veteran" Yogyakarta. dimana dari Sosialisasi ini diharapkan tercipta hubungan  yang berkelanjutan dan harmonis antar sesama mahasiswa di lingkungan UPN "Veteran" yogyakarta.

Mahasiswa baru menyanyikan Mars UPN
Kegiatan PKK 2010 merupakan hajatan besar bersama mahasiswa UPN yang diselenggarakan setiap tahun. kegiatan ini diselenggarakan oleh Panitia PKK 2010 yang terdiri dari Stering Comitte dan Organizing Comitte yang dibentuk oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (KM) UPN "Veteran" Yogyakarta.

Prakondisi PKK 2010 berjalan lancar secara keseluruhan. Walaupun masih dijumpai beberapa kesalahan seperti Keamanan parkiran,  panitia yang kurang menguasai tugas dan batasan-batasan tanggungjawab, serta masalah kehilangan barang. Namun, kesalahan ini telah di evaluasi oleh panitia PKK 2010 agar tidak terjadi lagi di Acara Inti PKK 2010.

Jumat, 27 Agustus 2010

STRUKTUR ORGANISASI KM UPN "VETERAN" YOGYAKARTA

Struktur Organisasi KM UPN "Veteran" Yogyakarta
Pada Kongres XI. struktur organisasi kembali menjadi topik perdebatan yang seru. Kali ini bagia yang menjadi perdebatan adalah Alur tanggung jawab dan Koordinasi Khusus. Terjadi perubahan pada Garis Alur tanggung jawab yang mana sekarang telah dibuat lebih tebal dan berwarna hitam polos. Sementara sebelumnya berwarna hitam tetapi tidak tebal.
perdebatan alot lainnya yaitu masalah alur koordinasi khusus. Terjadi perbedaan pengertian mengenai arah anak panah. ada dua opsi, kearah kanan atau kearah kiri. sempat terjadi Voting 2 kali untuk memutuskan masalah ini. Akhirnya keputusan jatuh pada "kearah kiri". Perubahan warna terjadi pada garis Alur fungsi kontrol yang semula berwarna merah, kini telah menjadi warna hitam.
Pebuhana warna dan penebalan garis ini tujuannya adalah untuk menghindari kesalah pengertian ketika Struktur Organisasi di sebarkan melalui fotokopi yang notabenenya berwarna hitam. dengan perubahan ini diharapkan kesalahan itu tidak terjadi lagi.

Rabu, 25 Agustus 2010

DISPENSASI SPP

Dispensasi Model baru

Dispensasi SPP Di kampus kita sekarang tidak lagi diberikan secara akumulasi kepada masing-masing kepada fakultas/jurusan. cara yang baru sekarang mengharuskan mahasiswa bersangkutan untuk mengurus sendiri dispensasinya. jalur proseduralnya adalah mahasiswa yang bersangkutan membuat permohonan dispensasi ke Warek II dengan ditandatangani oleh dosen wali dan kajur/ ka-prodi.

keunggulan dari sistem ini adalah dispensasi dapat diberikan kepada mahasiswa yang tepat, sementara sistem dispensasi yang lama banyak juga yang tidak tepat sasaran (dipergunakan oleh mahasiswa yang tak tepat).

Senin, 16 Agustus 2010

MEMAKNAI KEMBALI ARTI KEMERDEKAAN

Tidak terasa, sudah 65 tahun bangsa ini menikmati alam kemerdekaannya. Usia tersebut memang belum bisa dihitung sebagai umur dewasa bagi sebuah bangsa.Tapi, jika dibandingkan dengan banyak negara yang umur kemerdekaannya lebih muda dari kita, sungguh amat ironis apa yang kita alami sebagai bangsa hari ini. Kita jauh tertinggal dari mereka. Lantas apa arti kemerdekaan yang sudah 65 tahun kita kenyam ini. Seharusnya, dengan logika normal, kita bisa berhitung. Dengan potensi alam dan SDM yang melimpah, anugerah kemerdekaan itu harusnya telah mendorong bangsa ini menjadi bangsa maju. Dan tumbuh dengan cepat. Tapi, toh realitasnya tidak begitu. Menurut data BPS 2003, di negeri ini masih ada lebih 38,2 juta orang di bawah garis kemiskinan, di negeri ini pula terdapat hampir 13,9 juta orang pengangguran. 
 
Lebih parah lagi ratusan ribu orang terlunta di barak pengungsian, jutaan anak bangsa kekurangan gizi. Masih banyak lagi kisah orang-orang termarjinalkan di negeri yang "katanya merdeka" ini. Itulah bangsa kita. Bangsa yang tergadaikan kemerdekaannya. Tergadai oleh bangsa asing tergadai oleh orang-orang berduit, penguasa korup,birokrat yang buta dan tuli, partai korup pemenang pemilu dan manusia picik lainnya. Karenanya, saat ini kemerdekaan belum dirasakan sebagai sebuah nilai universal yang dapat dirasakan oleh setiap orang. Pantaslah, jika kemerdekaan sebagai sebuah nikmat besar dan anugrah agung bagi bangsa ini masih belum mampu merubah kondisi sebagian besar rakyat. Kita masih menjadi bangsa miskin, terbelakang, yang mulai menjauh dari "sejarah peradaban". 
Mungkin, sering timbul dalam alam pikiran kita, "apakah sesunggguhnya kita telah merdeka?"

Jika kita telah merdeka mengapa masih ad penguasa korup didepan mata kita”??

“Apakah kita telah merdeka didalam kampus kita tercinta upn “veteran” Yogjakarta”???
Tentu, 
merdeka dalam pengertian yang hakiki. Bagi bangsa Indonesia dan kita sebagai mahasiswa, merdeka dalam pengertian yang demikian ternyata suatu yang sangat langka.Semua karunia yang dberikan TUHAN, karunia berupa alam raya yang amat subur. Ternyata, kondisi suburnya tanah; melimpahnya sumber daya alam; letak geografis yang strategis; potensi SDM yang melimpah dengan beragam keahlian, suku bangsa dan bahasa, ternyata belum menjadi jaminan untuk bisa meraih kemerdekaan (kebebasan) itu. Bahkan, bisa jadi bangsa dan rakyat kebanyakkan justru merasakan tertindas dan terkukungkung oleh bangsanya sendiri. 

Oleh : Komisi Pers dan Propoganda Dewan Perwakilan Mahasiswa 
UPN "Veteran" Yogyakarta 

Kamis, 12 Agustus 2010

KONGRES XI KM UPN "Veteran" Yogyakarta

Pimpinan Sidang Komisi A bermusyawarah, sementara Peserta Kongres XI sedang melakukan LOBI
Wisma sejahtera II Kaliurang. tempat pelaksanaan Kongres XI
Sumpah Jabatan PRESMA KM UPN "Veteran" Yogyakarta periode 2010/201


Peserta Kongres XI melakukan Registrasi
Dari kiri ke kanan : Ketua BEMF Pertanian, Ketua SM FTM, Presiden Mahasiswa UPN, dan Ketua BEMF Teknologi Industri (Periode 2010/2011
Sumpah Jabatan Anggota DPM Periode 2010/2011
Serah terima jabatan Ketua DPM periode 2009/2010 ke Ketua DPM periode 2010/2011
Pembacaan LPJ BEM KM UPN "Veteran" Yogyakarta


Panitia pelaksana Kongres XI setelah kegiatan selesai