Isu yang sekarang hangat beredar di tingkatan mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta sekarang salah adalah protes mengenai kenaikan persentase absen dari semula 75% menjadi 85%. Kawan-kawan yang duduk di organisasi kemahasiswaan sedang mengkaji masalah ini karena kenaikan tersebut akan berdampak pada organisasi mahasiswa secara keseluruhan di UPN "Veteran" Yogyakarta.
Dengan naiknya persentase absen itu, berdasarkan perhitungan, mahasiswa hanya bisa tidak masuk kuliah (tanpa keteranngan) sebanyak 2 kali pertemuan dari 14 pertemuan seluruhnya. Jika melebihi batas itu, maka mahasiswa yang bersangkutan tidak akan diperbolehkan mengikuti ujian (dan artinya akan mendapat nilai "E" plus kerugian materi dan waktu).
Sebenarnya kenaikan absensi bukanlah hal yang tidak baik. hal ini disadari oleh kawan-kawan di organisasi kemahasiswaan. namun yang disayangkan kawan-kawan OK adalah bahwa kenaikan persentase absen itu tidak di-barengi dengan peningkatan kualitas pelayanan, sarana dan prasarana di UPN. Selain itu juga, keputusan ini memberatkan mahasiswa untuk berorganisasi (ini sudah pasti). Dengan semakin ketatnya aturan akademik di UPN "Veteran" Yogyakarta, berarti pengurangan waktu dalam berorganisasi. Mahasiswa UPN "Veteran" Yogyakarta akan cenderung mengejar jadwal perkuliahan dan mengabaikan pengembangan diri di dunia non kuliah (organisasi. pen).
Tanpa peningkatan kualitas di sektor2 tersebut, sangat sulit membayangkan bahwa kenaikan Persentase absen itu akan berdampak pada kenaikan kualitas UPN. Karena kita tahu, kualitas sebuah universitas bukan hanya dinilai dari penuhnya absen-absen disetiap kelas. tetapi adalah karena mahasiswa mengerti apa yang dijelaskan dosen dan mampu menerapkan ilmu dari bangku kuliah itu di kehidupan sebenarnya.
Beberapa kawan di OK lainnya juga menyayangkan bahwa aturan baru ini tidak diimbangi dengan pengetatan aturan untuk kedisiplinan Dosen dan Pegawai UPN "Veteran" Yogyakarta lainnya.
"Absen kita naik, tapi ketika kita kuliah,masih banyak dosen yang tidak masuk karena alasan proyek...Dosen kok bisa seenaknya begitu tanpa di sanksi, kita yang rugi dong" demikian disampaikan seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan identitasnya.
Kita semua sebagai bagian dari civitas akademika UPN "Veteran" Yogyakarta tentu sangat menginginkan kemajuan bagi kampus tercinta ini. tetapi kemajuan itu diharapkan tidak menimbulkan kerugian bagi yang ada di dalamnya (ex : mahasiswa. pen).
Hal ini mengingatkan kita kepada kualitas pelayanan, pengajar (bukan dari kualitas keilmuannya, tetapi adalah etika-nya), sarana, dan prasarana yang belum maksimal. UPN "Vetaran" yogyakarta mengalami kemajuan yang lambat. Bukan saja dari segi mahasiswanya, tetapi juga dari segi-segi lainnya. Kita berharap ini cepat teratasi dan mendapat solusi yang baik.
Hidup Mahasiswa.....!!!
Hidup Mahasiswa.....!!!
Blog DPM KM UPN "Veteran" Yogyakarta terbuka sebagai alternatif untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa UPN. Selain itu blog ini adalah forum untuk diskusi dan bertukar pikiran. Oleh karenanya, Anda dapat mem-posting komentar di setiap entri yang ada didalam blog ini.
Search engine
Jumat, 01 Oktober 2010
Jumat, 03 September 2010
PIHAK PENGELOLA KAMPUS UPN TIDAK KONSISTEN DENGAN KEPUTUSAN
Masih segar diingatan kita. tanggal 4 Agustus 2010, Gedung Rektorat UPN "Veteran" Yogyakarta diduduki oleh Mahasiswa UPN. Waktu itu kita singsingkan lengan baju untuk bersama kawan-kawan lain memperjuangkan Pengunduran waktu OSPEK. Mahasiswa menduduki Rektorat secara efektif selama 20 jam (04082010 15.00 wib-05082010 11.00 wib).
Mengapa Mahasiswa menduduki rektorat? Sebagaimana diketahui bahwa pengambilan keputusan tentang OSPEK (konsep) waktu itu sama sekali tidak melibatkan peran serta mahasiswa. Pengelola kampus UPN menyodorkan konsep jadi, dan siap dilaksanakan. Mahasiswa mau setuju atau tidak, konsep akan terus berjalan. Itulah kata-kata pengelola waktu itu. Nah, dimanakan letak semboyan kita (UPN )"kreativitas" dalam kasus ini. Mahasiswa hanya menjadi pelaksana Teknis, tentu tidak ada proses kreatifitas berpikir merumuskan konsep. Sementara jauh ke depan, mahasiswa diharuskan untuk mampu menjawab tantangan zaman. Jika tidak dilatih berpikir, maka tujuan itu takkan terpenuhi kelak. Mahasiswa generasi ke depan akan menjadi robot-robot yang hanya bisa menjalankan perintah, tanpa bisa merumuskan, membuat, menggodok, atau berimprovisasi menyelesaikan masalah. Tekan "Enter" lalu laksanakan tugas, atau klik "OK" lalu perintah dijalankan.
TIGA PARAGRAF diatas hanya pengantar dari masalah sebenarnya yang ingin disampaikan dalam tulisan ini. pada waktu itu, dalam mempertahankan waktu OSPEK tanggal 31 September, pihak pengelola selalu mengatakan "Selamatkan SKEP Rektor". Kata-kata itu sering didengar dalam debat terkait masalah OSPEK. Bahkan selalu di ulang-ulang bagai lagu merdu ditelinga para peserta rapat. Kebetulan juga waktu itu SKEP terkait OSPEK telah dikeluarkan oleh Rektor. Dan memang dalam kalender akademik yang didistribusikan kepada mahasiswa UPN pada tahun ajaran baru 2010/2011 tanggal 31 september telah tercatat sebagai Waktu OSPEK.
OK...!!!
Setelah debat kusir selama berhari-hari, Akhirnya Mahasiswa dapat menerima bahwa waktu Ospek tetap pada tanggal sesuai SKEP dan kalender akademik 2010. Memang benar jika OSPEK diundur sampai tanggal 20 September maka banyak jadwal akademik UPN yang lain akan ikut mundur, dengan pertimbangan logis itulah mahasiswa akhirnya mengalah. Walaupun sebenarnya UPN punya banyak waktu libur/kosong yang tidak dimanfaatkan secara efektif (yang dapat mengganti waktu yang dimundurkan itu). Dengan catatan bahwa konsep OSPEK harus diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa. Pihak pengelola memenuhi janjinya, walaupun tentunya Mahasiswa perlu perjuangan panjang sekali lagi untuk menuntut janji yang mereka beri tersebut.
Nah, Kenyataannya sekarang apa???
Inilah kenyataan yang terjadi.......!!! [silahkan baca surat edaran resmi ini]
DIMANA KONSISTENSI TERHADAP ATURAN?? DIMANA KATA-KATA "SELAMATKAN SKEP REKTOR"
SEMUANYA MUNGKIN DILAKUKAN OLEH PENGELOLA JIKA MEREKA MENGINGINKAN.
SEMENTARA MAHASISWA HARUS BERJUANG KERAS DAHULU AGAR ASPIRASINYA DIDENGAR...!!!
KAMPUS KITA MEMANG BENAR-BENAR KAMPUS KEJUANGAN...!!!
Mengapa Mahasiswa menduduki rektorat? Sebagaimana diketahui bahwa pengambilan keputusan tentang OSPEK (konsep) waktu itu sama sekali tidak melibatkan peran serta mahasiswa. Pengelola kampus UPN menyodorkan konsep jadi, dan siap dilaksanakan. Mahasiswa mau setuju atau tidak, konsep akan terus berjalan. Itulah kata-kata pengelola waktu itu. Nah, dimanakan letak semboyan kita (UPN )"kreativitas" dalam kasus ini. Mahasiswa hanya menjadi pelaksana Teknis, tentu tidak ada proses kreatifitas berpikir merumuskan konsep. Sementara jauh ke depan, mahasiswa diharuskan untuk mampu menjawab tantangan zaman. Jika tidak dilatih berpikir, maka tujuan itu takkan terpenuhi kelak. Mahasiswa generasi ke depan akan menjadi robot-robot yang hanya bisa menjalankan perintah, tanpa bisa merumuskan, membuat, menggodok, atau berimprovisasi menyelesaikan masalah. Tekan "Enter" lalu laksanakan tugas, atau klik "OK" lalu perintah dijalankan.
Lalu apa masalah utamanya?
Masih masalah klasik. yaitu tidak adanya demokratisari dalam pengambilan keputusan terkait mahasiswa di UPN. Mahasiswa menganggap pengelola kampus melakukan tindakan "otoriter", mau menang sendiri, dll.
TIGA PARAGRAF diatas hanya pengantar dari masalah sebenarnya yang ingin disampaikan dalam tulisan ini. pada waktu itu, dalam mempertahankan waktu OSPEK tanggal 31 September, pihak pengelola selalu mengatakan "Selamatkan SKEP Rektor". Kata-kata itu sering didengar dalam debat terkait masalah OSPEK. Bahkan selalu di ulang-ulang bagai lagu merdu ditelinga para peserta rapat. Kebetulan juga waktu itu SKEP terkait OSPEK telah dikeluarkan oleh Rektor. Dan memang dalam kalender akademik yang didistribusikan kepada mahasiswa UPN pada tahun ajaran baru 2010/2011 tanggal 31 september telah tercatat sebagai Waktu OSPEK.
OK...!!!
Setelah debat kusir selama berhari-hari, Akhirnya Mahasiswa dapat menerima bahwa waktu Ospek tetap pada tanggal sesuai SKEP dan kalender akademik 2010. Memang benar jika OSPEK diundur sampai tanggal 20 September maka banyak jadwal akademik UPN yang lain akan ikut mundur, dengan pertimbangan logis itulah mahasiswa akhirnya mengalah. Walaupun sebenarnya UPN punya banyak waktu libur/kosong yang tidak dimanfaatkan secara efektif (yang dapat mengganti waktu yang dimundurkan itu). Dengan catatan bahwa konsep OSPEK harus diserahkan sepenuhnya kepada mahasiswa. Pihak pengelola memenuhi janjinya, walaupun tentunya Mahasiswa perlu perjuangan panjang sekali lagi untuk menuntut janji yang mereka beri tersebut.
Nah, Kenyataannya sekarang apa???
Inilah kenyataan yang terjadi.......!!! [silahkan baca surat edaran resmi ini]
DIMANA KONSISTENSI TERHADAP ATURAN?? DIMANA KATA-KATA "SELAMATKAN SKEP REKTOR"
SEMUANYA MUNGKIN DILAKUKAN OLEH PENGELOLA JIKA MEREKA MENGINGINKAN.
SEMENTARA MAHASISWA HARUS BERJUANG KERAS DAHULU AGAR ASPIRASINYA DIDENGAR...!!!
KAMPUS KITA MEMANG BENAR-BENAR KAMPUS KEJUANGAN...!!!
Langganan:
Postingan (Atom)
